Perbedaan Paling Dasar Teori Siklik dengan Teori Evolusioner

Teori-Siklik

Ilmu sosial yang berkaitan dengan perubahan kehidupan masyarakat mempunyai dua teori penting, yaitu teori siklik dan teori revolusioner.

Ketika belajar tentang ilmu sosial, terdapat beberapa teori yang menarik untuk dipelajari, salah satunya adalah teori siklik dan teori evolusioner. Sehingga bagi yang berminat untuk berkecimpung dalam bidang sosial kemasyarakatan sebaiknya mempelajari kedua teori tersebut.

3 Hal Perbedaan Teori Siklik dan Teori Evolusioner

Dapat dikatakan bahwa memahami kedua konsep tersebut sangat penting supaya mengetahui hal yang berbeda. Ditambah lagi kedua hal tersebut mempunyai kaitan yang sangat dekat dengan masyarakat secara umum.

Beberapa hal yang berkaitan dengan perbedaan kedua teori tersebut adalah sebagai berikut:

  • Ditilik dari Sifat Pembayaran

Pada umumnya, teori siklik ini melukiskan tentang serangkaian siklus dapat terulang secara teratur. Bahkan pada tahapan yang berlangsung, akan melewati sejumlah tahapan yang dapat diramalkan akan terjadi kembali selama beberapa periode yang akan datang.

Berbeda dengan teori revolusioner yang lebih berkonsentrasi pada perkembangan yang tidak teratur. Sehingga sifatnya dapat dikatakan lebih condong kepada sifat kumulatif dan melewati perkembangan seiring waktu.

Selain itu, tahapan yang berlangsung pada teori revolusioner ini kerap kali berlangsung begitu saja secara alami. Sehingga hal-hal yang terjadi pada tahapan ini tidak dapat diprediksi atau diramalkan kedepannya.

  • Melalui Pola Perubahan

Hal penting selanjutnya yang dapat dipelajari dari perbedaan yang ada adalah seperti berikut. Pada teori yang disebut siklik ini perubahan dapat dinyatakan dengan hal yang mempunyai pola dan identifikasi yang jelas.

Sementara pada teori revolusioner ini sangat susah untuk ditebak seperti yang terjadi pada siklik. Karena semua tahapannya melalui seleksi alam, sehingga hasilnya pasti tidak selalu seragam.

  • Hal yang Menyebabkan Perubahan

Umumnya, teori siklik penyebabnya dipengaruhi oleh faktor yang dapat berasal dari luar maupun dalam. Misalnya seperti pada berubahnya perekonomian yang dirangsang oleh beberapa hal, seperti peraturan pemerintah, konsumsi dan juga penanaman modal.

Selain itu, teori evolusioner sendiri berpusat pada unsur seleksi alam dan proses penyesuaian terhadap lingkungan. Sehingga penyebab dari perubahan ini dapat dikatakan adalah akibat yang alami dimana pemicunya adalah keharusan untuk dapat mempertahankan hidup.

Hal ini juga berkenaan dengan proses perkembang biakan sesuai variasi keturunan yang lahir alami. Berdasarkan hal tersebut, dapat dilihat jelas dimana letak dari perbedaan yang mendasar diantara kedua teori penting tersebut.

2 Contoh Teori Siklik pada Kehidupan Masyarakat

Untuk lebih jelasnya lagi dalam memahami teori ini maka dapat melihat beberapa contohnya berikut ini sehingga dapat memahami dengan lebih baik. Dua contoh teori siklik yang mudah dipahami adalah sebagai berikut:

  • Pandemi COVID-19

Salah satu contoh jelas yang dapat dipelajari yaitu pandemi yang merubah kehidupan sosial masyarakat secara drastis. Tahapan yang terjadi secara global ini membuat banyak orang kehilangan pekerjaan, namun muncul juga jenis pekerjaan baru yakni work from home dan freelance.

  • Gerakan Masyarakat Sipil

Contoh berikutnya adalah peristiwa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang bernama gerakan masyarakat sipil. Hal ini menyebabkan terjadi pertentangan antara dua golongan masyarakat yang memunculkan perubahan sosial, contohnya adalah perubahan undang-undang yang dilakukan pemerintah.

Penutup

Demikianlah contoh teori siklik yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang dapat dilihat dengan jelas. Apalagi setelah membandingkannya dengan teori revolusioner yang sungguh-sungguh mempunyai pandangan berbeda, akan lebih memahami lebih dalam.